RINDU MEMBANGUN KAMPUNG HALAMAN

fadjar Napitupulu

Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) kini makin bersinar. Kerinduan putera Tobasa untuk membangun kampung halamannya menjadi kata kuncinya. Kedatangan beberapa investor yang menanamkan modalnya di Tobasa menjadi bukti bahwa putera Tobasa kini menaruh perhatian besar. Fadjar Napitupulu adalah salah seorang dari mereka. Ia sangat yakin, bekal pengalaman yang ia peroleh selama berkeliling Indonesia dalam rangka tugas negara sangat tepat diterapkan di Tobasa. Fajar memberikan contoh kecil yakni agar PT TPL tidak hanya memproduksi pulp tetapi juga kertas. Hal ini dimaksudkan agar keseluruhan keuntungan dari pajak perusahaan tersebut tertinggal di Tobasa sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Pria bertutur sapa ramah ini juga berniat untuk mengembangkan sektor perkebunan di Tobasa. Belajar dari daerah lain yang telah berhasil menerapkan sistem perkebunan ia jadikan sebagai acuan. “Kita harus mencari segmen pasarnya dulu baru kemudian mencari tanaman apa yang kira-kira memiliki prospek menguntungkan. Jika sudah cocok baru kita kembangkan sehingga tidak akan sia-sia,” tandas Fajar. Sistem perkebunan yang dia maksud adalah sistem yang menyeluruh yang dimulai dari penanaman hingga distribusi hasil produksi.
“Di Bali, masyarakatnya sangat ramah dan peduli kepada wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Mereka betul-betul memahami bahwa kehadiran wisatawan sangat menguntungkan. Sebaliknya, wisatawan juga akhirnya merasa betah di Bali yang pada ujungnya akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Bali itu sendiri,” kata Fadjar Napitupulu. Ia bukan sedang mempromosikan pariwisata Bali tetapi justru prihatin terhadap pelayanan kepariwisataan di Danau Toba. Seperti diketahui, pelayanan yang ramah dan santun sering menjadi momok bagi masyarakat sekitar Danau Toba. “Ini juga sangat penting. Mana mungkin wisatawan datang ke Danau Toba bila pelayanannya tidak bagus?” kritik Fadjar seraya menambahkan bahwa kurang memadainya fasilitas pendukung lainnya juga menjadi kendala kurangnya minat wisatawan berkunjung ke Danau Toba. Pembenahan di sektor ini juga termasuk dalam daftar agenda milik Fajar dalam rangka pembangunan kepariwisataan Tobasa.
Saat ini imenjabat sebagai Kepala Kantor Lelang Negara Banten di bawah Departemen Keuangan. Bertugas ke seluruh Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur dia gunakan menambah pengalaman hidup. Melihat dan mengamati lalu mempelajari keunggulan daerah lain kerap ia lakukan. Semua itu ia lakukan demi sebuah cita-cita untuk membangun kampung halamannya. Mengadopsi perkembangan daerah lain yang kemudian diberikan sentuhan modifikasi merupakan kiat yang cocok demi pembangunan serta pengembangan Kabupaten Tobasa.
Fadjar Napitupulu juga dikenal akrab di perkumpulan-perkumpulan marga baik di Balige maupun di perantauan. “Ibu saya boru Siahaan, Ompung boru Pardede,” kata Fadjar. Meski masih tergolong muda, tetapi Fajar sering tampil di pesta-pesta perkumpulan marga Napitupulu maupun di pesta marga ibu dan ompungnya. Tentu, ini menggambarkan bahwa sosok Fadjar Napitupulu adalah sosok yang tidak lagi asing. Darah Batak Fadjar masih mengalir deras karena tetap menjunjung tinggi nilai-nilai habatahon. Sangat masuk akal jika suatu hari nanti Fadjar Napitupulu diberikan kesempatan untuk menjadi salah seorang pemimpin di Kabupaten Tobasa. Semoga.

1 Comment

  1. PARONAN mengatakan:

    Horas!!!
    Molo boi nian, unangma holan sian niat laho mambangun bona pasogitta, ima toba nabalau on ate.
    Ai dang holan pembangunan infrastrukturbe nalaho bangunon di toba on. Nungnga dohot be akka moral ni akka saudaratta. Nungnga terkikis habis be angngo moralni manusiana di segala bidang. Nungnga be membenarkan sude cara laho mencapai maksud tertentu. Terjadi ma i di era proses pilkada dohot pileg na baru terjadi. Nungnga hepengonbe anngo bangso i! alani tawaran na ro do ate, ima melalui caleg2 i.
    Jadi molomadong do attong rohamu laho padenggan huta on, Niat tulus ma hamu !!! Horas

Leave a Reply