Pesta Bona Tahun 2009 Parsadaan Toga Manurung Boru (Patambor) Cabang Batam
“Suatu kebanggaan besar bagi kami Panitia Pesta Bona Taon Patambor Batam memperkenalkan anggota kita yang siap bertarung menuju legistalif. Perkenalan ini merupakan pengikat tali persaudaraan agar semua warga Patambor Batam dapat lebih mengenal saudaranya yang akan bertarung dalam pesta demokrasi 2009 ini,” ujar Burman Manurung panitia Pesta Bona Taon Patambor Batam 2009. Kesembilan warga Patambor tersebut tidak berasal dari satu partai politik peserta pemilu, bahkan satu di antaranya siap bertarung merebut kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Usai perkenalan, kesembilan calon legislatif ini diberangkatkan dalam pemberkatan melalui doa bersama seluruh panitia dan anggota, sekaligus pembekalan dengan pemberian pada masing-masing sehelai ulos tanda restu dari seluruh warga Patambor yang ada di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Mengutip pepatah bijak orang Batak, “Dang Tumagonan Tu Halak, Adong Do Pe Hita” itulah harapan yang disampaikan kepada seluruh warga Patambor Se-Batam agar dalam pesta demokrasi nantinya bisa lebih arif dalam menentukan pilihannya.
Memang, organisasi Patambor bukanlah suatu perkumpulan yang bergerak atau berpihak pada salah satu partai politik dan Patambor tidaklah berpolitik praktis. Hanya saja, dengan turut sertanya anggota Patambor sebagai caleg dalam pesta demokrasi kali ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan sudah layak mendapat dukungan dari komunitasnya.
Ketua Patambor Se-Batam, Gilbert Manurung menegaskan, Patambor Batam akan mendukung anggotanya yang maju dalam pemilihan legislatif 2009. “Kepada seluruh anggota Patambor Batam, saatnya menggunakan hak pilihnya, saya harapkan sebagai warga
negara Indonesia, anggota Patambor dapat menentukan pilihannya dan tidak termasuk dalam golongan putih, karena pemilihan kali ini merupakan ajang menentukan dalam proses demokrasi di tanah air kita,” ujarnya.
Jika dirunut, kesembilan warga Patambor yang maju sebagai caleg merupakan sumber daya manusia (SDM) yang cukup handal dan dikenal
di lingkungannya masing-masing dan Batam pada umumnya. Seperti Guliman Manurung, selain sebagai Ketua Patambor Kepri, ia adalah salah satu pengusaha yang bergerak di bidang kesehatan, hampir di setiap sudut kota Batam, berdiri klinik kesehatan miliknya yang menyentuh hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Masing masing warga Patambor yang tercatat sebagai calon legislatif yakni, Guliman Manurung, Tilde br Manurung, Marihot Manurung, Irma Lita Lusian, Rosmeli br Manik, Donald Sirait, Niko Nixson Situmorang, Ahadi Hutasoit, dan Suryani boru Siahaan.
Tilde boru Manurung, adalah istri seorang aktivis Kepri yang selama ini aktif di berbagai bidang sosial masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah yang cenderung mendapat perlakuan kurang mengenakkan akibat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Marihot Manurung, seorang manager di salah satu perusahan di Muka Kuning, sebuah kawasan industri yang cukup ternama di Batam dan telah berdomisili sekitar 15 tahun di Batam.
Irma Lita Lusian seorang istri seorang perwira polisi bermarga Manurung dan aktif di berbagai kegiatan sosial masyarakat khusunya bidang lingkungan hidup. Ia berkeyakinan warga Patambor bila bersatu dapat mendudukkan salah satu anggotanya untuk duduk di lembaga legislatif dan nantinya bisa membawa aspirasi warga Patambor khusnya dan warga Batam umumnya.
Rosmeli boru Manik seorang istri marga Manurung, pebisinis yang bergerak di bidang developer, dan cukup lam berdomisi di Batam sehingga memiliki pengetahuan yang tidak diragukan dalam menata sistim perumahan di Batam. Ia siap bertarung merebut simpati masyarakat Batam dan Patambor khususnya.
Donald Sirait seorang pengusaha yang cukup handal khususnya dalam bidang perminyakan, perusahaan yang dipimpinya cukup lama bermitra dengan Pertamina, BUMN yang cukup dikenal.
Niko Nixson Situmorang, seorang pengacara yang kerap kali membela kepentingan masyarakat tertindas, dan sering menerima klien yang kurang mampu sehingga terkenal dengan lantangnya untuk membela kepentingan masyarakat.
Ahadi Hutasoit, aktivis kemanusiaan, berawal dari kemauannya membela ribuan masyarakat miskin di Batam, menangani
korban penggusuran serta perlakuan semena-mena dari aparat pemerintah terhadap masyarakat.
Suryani br Siahaan seorang master psikolog yang siap bertarung menuju Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kepeduliannya terhadap provinsi ini ditunjukkan dengan caranya yang cukup simpatik, acap kali turun langsung ke tengah-tengah masyarakat mendengarkan dan mengambil tindakan langsung menolong masyarakat yang membutuhkan baik itu pemikiran dan bantuan lainnya.
Kemeriahan Pesta Bona Taon Patambor Batam 2009 tidak sampai di situ saja. Selingan musik gondang dan nikmatnya makanan khas Batam seakan-akan memupus dan mengobati segala kerinduan pada Bona Pasogit. Gelak tawa dan kegembiraan tidak dapat tersembunyikan dalam pesta tahunan itu, masing-masing mendapatkan waktu dan tempat mempersembahkan tor-tornya sehingga tak terasa awaktu yang terus berjalan.
Satu hal yang tak mungkin terlupakan, kehadiran pengurus Patambor pusat, Edison Manurung beserta istri Posma boru Hutahaean membuat suasana pesta semakin meriah. Sebelumnya ribuan anggota Patambor Batam saling berbisik dan berdiskusi membicarakan kehadiran mantan Ketua DPP KNPI tersebut. Gordon Manurung bahkan sempat terlibat pembicaraan serius dengan panitia dan pengurus Patambor terkait aspirasi Patambor Batam yang mendukung penuh Edison Manurung bertarung menuju Tobasa I.
Mimik terkejut tak dapat dielakkan dari wajah Edison, suatu hal yang membanggakan, kehadiran dirinya merupakan kegembiraan bagi saudara yang ada di Batam. Tak lama berselang, akhirnya sebuah pernyatan dukungan mengalir yang meminta Edison Manurung kembali bertarung merebut Tobasa I. ”Suatu kebanggaan besar bagi kami, jika Edison Manurung bertarung menuju Tobasa I. Ini adalah keriduan yang mendalam, saatnya anggota Patambor menjadi pemimpin di Bona Pasogit,” ujar Gordon Manurung.
Dalam sambutannya Edison menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Patambor Batam. Kendati warga patambor Batam tidak secara langsung bisa mengikuti Pilkada di Tobasa, namun aliran darah yang mengalir di tubuh sesama anggota Patambor tidak lekang oleh ruang dan waktu. ”Suatu kebanggan bagi saya, ini menunjukkan warga Patambor adalah saudara sedarah yang tidak bisa dipisahkan oleh jarak dan tempat, dimanapun ia berada, kerinduan akan saudaranya pastilah terjalin hingga ia bisa menyebutkan aku adalah anggota Patambor. Dengan dukungan ini saya siap bertarung menuju Tobasa I,” kata Edison Manurung.
