Kasih Setia Tuhan Mengatasi Persoalan Kita (Mikha 7 : 14-20)

pdt-ramlan-hutahaean-mthRenungan ini menceritakan bagaimana kondisi bangsa Israel. Bangsa Israel pada zaman nabi Mikha berada dalam situasi yang buruk. Jika dibaca sejak awal Pasal 7 maka kita akan mengetahui bagaimana situasi pada zaman tersebut. Banyak terjadi pembunuhan, hukum diputarbalikkan oleh karena suap, bahkan dalam rumah tangga tidak ada ke-akur-an diantara anggota keluarga. Kondisi itu telah menjadi seperti benang kusut yang menghimpit bangsa Israel sehingga bangsa itu tidak mampu untuk melepaskan diri. Tidak ada yang bisa membimbing mereka karena para hakim, imam, dan penguasa telah bertindak semena-mena. Di dalam kehidupan, kita juga terkadang mengalami masa-masa sulit. Ekonomi rumah tangga yang merosot, hak kita tidak diberikan sementara kita telah melakukan kewajiban dengan baik, hubungan kekeluargaan yang tidak harmonis dimana anak selalu melawan terhadap orang tua dan orang tua tidak bisa memberikan bimbingan terhadap anak, dlsb. Bagaimanakah kita bertindak dalam keadaan seperti itu?

Dalam keadaan yang sulit kita pasti sangat membutuhkan pertolongan. Kenapa? Karena memang kita tidak mampu untuk mengatasi persoalan kita sendiri. Memang untuk beberapa kasus ada persoalan yang dapat kita tangani akan tetapi pada umumnya untuk menyelesaikan persoalan kita pasti membutuhkan bantuan pihak lain. Pihak lain itu bisa saja sahabat, pemerintah, bahkan orang-orang yang selama ini kita musuhi, serta bisa juga oleh alam.

Nas renungan kita ini menunjukkan bagaimana Nabi Mikha, walaupun ditengah kehidupan bangsa Isreal yang sangat buruk, ternyata tetap mengandalkan Allah untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah siapakah yang kita andalkan disaat kita mengalami masa-masa yang sulit? Kepada siapakah kita memohon pertolongan di saat kehidupan sepertinya terasa sangat memberatkan? Apakah kita mengandalkan Tuhan ataukah kita mengandalkan dunia ini? Mungkin bibir kita mengatakan bahwa kita mengandalkan Tuhan akan tetapi dalam prakteknya kita malah bersekutu dengan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia ini. Ketika kondisi keuangan mengalami krisis, perjuangan yang dilakukan sepertinya tidak membuahkan hasil, hubungan dengan sesama tidak rukun, kecewa melihat kepemimpinan para penguasa, bagaimanakah sikap kita? Akan kah kita berseru kepada Tuhan supaya Tuhan membantu kita ataukah kita lebh mengutamakan tenaga dan pikiran kita sendiri dan menempatkan Tuhan dalam urutan selanjutnya?

Ada sebuah syair lagu rohani yang isinya seperti berikut : Bersama Yesus ada jalan keluar, ……….. untuk masalahmu, untuk masalahku, untuk masalah kita semua….. Lagu ini mengajari kita bahwa bagaimana pun persoalan yang kita hadapi, jika kita bersama dengan Yesus maka kita akan bisa mengatasinya. Allah akan menunjukkan jalan kepada kita untuk mengatasi persoalan yang kita hadapi melalui hal-hal yang mungkin kita sendiri tidak bisa memahaminya. Yang penting adalah bahwa kita harus selalu percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan menggembalakan umatNya dan membimbing ke jalan yang terbaik.

Saudara-saudara yang terkasih, jika kita sedang dalam kesusahan, mari memohon kepada Tuhan agar Tuhan tetap bersama dengan kita dan membantu kita untuk mengatasi kesusahan yang kita hadapi. Percayalah, Tuhan akan membantu kita dengan caraNya yang tidak bisa kita mengerti. Tuhan akan membantu kita jika kita memohon bantuanNya dan Tuhan akan membantu kita karena Tuhan memang penuh dengan kasih karunia. Itulah yang menjadi tema kita dalam minggu ini yaitu kasih karunia Allah memenuhi bumi ini.

Amin.

Leave a Reply